“Sauyunan Ngajaga Budaya Jeung Karaharjaan”, Seren Taun Kampung Cisalada Berlangsung Meriah

Ketua panitia, Uning Wahyudin menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari gotong royong, semangat kolektif masyarakat, dan komitmen bersama untuk terus menjaga warisan leluhur. Menurutnya, Seren Taun bukan sekadar seremoni, tetapi juga bentuk pendidikan budaya bagi generasi muda agar tidak tercerabut dari akar budayanya.
“Seren Taun di Cisalada ini adalah bentuk rasa syukur masyarakat kepada Sang Pencipta atas hasil bumi yang diberikan. Ini bukan hanya tradisi, tapi juga warisan budaya yang harus kita jaga bersama. Alhamdulillah, antusiasme warga dan dukungan semua pihak tahun ini luar biasa.”
“Kami berharap kegiatan ini terus menjadi agenda tahunan yang bukan hanya menghibur, tapi juga mengedukasi dan memperkuat identitas budaya kita sebagai urang Sunda.”ungkapnya
Kepala Desa Purwabakti, Tajudin Aripin, turut hadir dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara tahunan Seren Taun yang digelar di Kampung Budaya Cisalada. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya menjadi bagian dari pelestarian budaya lokal, tetapi juga sebagai momentum untuk mempererat nilai-nilai kebersamaan dan kearifan lokal masyarakat.
Menurutnya, antusiasme warga serta dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk seniman lokal dan generasi muda, menjadi cerminan kuatnya rasa memiliki terhadap warisan budaya Sunda. Ia berharap agar Seren Taun terus dijaga dan dikembangkan sebagai identitas budaya Desa Purwabakti.
“Seren Taun ini bukan sekadar acara seremonial, tapi wujud rasa syukur dan bagian dari warisan leluhur yang harus terus kita jaga bersama. Saya bangga karena Desa Purwabakti punya ruang budaya yang hidup seperti di Kampung Cisalada.”



