IMG 20210531 WA0018 2 1024x682 1

Kapolri Resmi Keluarkan Izin Kompetisi Liga 1

Read Time:1 Minute, 6 Second

IMG 20210531 WA0018 2 1024x682 1

BUSERBHAYANGKARA.COM, JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi mengeluarkan izin kompetisi Liga 1. Kompetisi kasta tertinggi itu akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama kompetisi berjalan.

Izin ini dikeluarkan Polri menyusul Rapat Kordinasi yang sudah digelar bersama PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB), Satgas COVID-19, Kemenkes, hingga BNPB pada pekan lalu.

“Kami memutuskan dengan beberapa catatan bahwa keselamatan manusia adalah hukum tertinggi maka kami memutuskan memberi izin keramaian dengan tetap protokol kesehatan. Pelanggaran prokes berpengaruh jalannya liga,” kata Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Senin (31/5/2021).

Menpora Zainudin Amali yang turut hadir juga mengungkapkan rencana format kompetisi. Kompetisi Liga 1 akan digelar dengan format 6 seri di Pulau Jawa.

Belum ada kepastian kapan kick off kompetisi akan digelar. Update terakhir, Liga 1 dimulai 10 Juli, sementara Liga 2 menyusul 2 pekan kemudian.

“Penyelenggaraan 2021 berbeda dengan musim sebelumnya pada saat normal yang bisa pakai sistem home dan away. Sekarang situasi pandemi COVID-19, maka kompetisi digelar bubble dan semua pertandingan dipusatkan di Jawa dengan beberapa klaster,” ujar Amali.

“Kami merasa apa yang sudah direncanakan dalam rakor, kami rekomendasikan kepada Kapolri untuk memberikan izin keramaian. Sore ini saya datang memenuhi undangan Kapolri,” ucapnya.

Liga 1 vakum lebih dari 1 tahun karena pendemi virus Corona. Kompetisi tahun 2020 dihentikan setelah cuma berjalan 3 pekan.(RED /HMP)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
IMG 20210601 WA0000 2 1024x576 1 Previous post Refleksi Hari Lahir Pancasila, Kapolri: Bersatu dan Gotong Royong Melawan Covid-19
WhatsApp Image 2021 06 01 at 17.26.24 Next post Kapolri Minta Seluruh Kapolda Maksimalkan PPKM Mikro dan Kawal Pemulihan Ekonomi