BerandaBreaking News

Dampak Pemberitaan Negatif, Usaha Warga yang Serap Tenaga Kerja Terhenti

KAB.BOGOR, TENJOLAYA – Maraknya pemberitaan yang dinilai menyudutkan sebuah usaha pengolahan material di wilayah setempat akhirnya berujung pada keputusan pemilik untuk menghentikan sementara operasional usahanya yang berlokasi di kampung cibitung RT 012 RW0 003. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk respons atas tekanan publik yang dipicu oleh informasi yang dinilai tidak utuh.

Dalam keterangan resminya, pemilik usaha menegaskan bahwa sejumlah pemberitaan telah menggiring opini publik seolah-olah kegiatan yang dijalankan merupakan pengelolaan limbah berbahaya, padahal faktanya berbeda.(17/04)

“Banyak media yang menyudutkan usaha kami. Narasi yang dibangun seakan-akan kami mengelola limbah, padahal ujungnya selalu dikaitkan dengan nominal dan tuduhan negatif,” ujar Faizi selaku pemilik usaha.

Ia menjelaskan bahwa aktivitas yang dilakukan bukanlah pengolahan limbah, melainkan pengelolaan hasil sortiran atau rijekan dari pabrik yang masih memiliki nilai guna dan ekonomis.

“Perlu kami luruskan, usaha kami bukan daur ulang limbah. Ini adalah hasil sortiran rijekan pabrik, dan itu bukan limbah, melainkan produk baru yang masih bisa dimanfaatkan,” tegasnya.

Baca Juga :  Polda Banten Ungkap Praktek Aborsi di Pandeglang

Selain itu, pemilik usaha juga menyoroti dampak sosial yang selama ini dihasilkan dari kegiatan usahanya. Ia menyebut bahwa usaha tersebut telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam membuka lapangan pekerjaan.

“Kami justru memberikan dampak positif. Banyak warga sekitar yang terbantu secara ekonomi karena bekerja di tempat kami. Ini yang jarang disorot,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyayangkan pemberitaan yang dinilai tidak berimbang dan tidak mengedepankan prinsip verifikasi secara menyeluruh. Menurutnya, hal ini telah berdampak langsung pada keberlangsungan usaha serta kehidupan para pekerja yang bergantung pada aktivitas tersebut.

Akibat kondisi tersebut, pemilik usaha mengaku terpaksa menghentikan kegiatan operasional untuk sementara waktu demi meredam polemik yang berkembang di masyarakat.

Pihaknya berharap ke depan media dapat menyajikan informasi secara objektif, berimbang, dan mengedepankan klarifikasi dari semua pihak sebelum mempublikasikan berita.

“Kami berharap media bisa lebih adil dan profesional dalam menyampaikan informasi. Jangan sampai pemberitaan yang tidak utuh justru merugikan pihak lain,” pungkasnya.(Mar)

Related Articles