Pentas Seni Budaya Meriahkan HUT RI ke-80, Desa Purasari

KAB. BOGOR, LEUWILIANG – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, menggelar Pentas Seni Budaya yang berlangsung meriah di Lapangan Restu Jaya, Cikaret, Minggu (17/8).
Acara tersebut menjadi momen istimewa karena menampilkan kembali seni budaya tradisional Calung dan Reog, yang telah vakum selama 25 tahun. Kehadiran dua kesenian tersebut disambut antusias masyarakat yang memenuhi lokasi acara, sekaligus menandai kebangkitan kembali warisan budaya lokal yang hampir terlupakan.
Kepala Desa Purasari dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menghidupkan kembali seni tradisi ini. Menurutnya, momentum peringatan kemerdekaan bukan hanya ajang refleksi perjuangan para pahlawan, tetapi juga kesempatan untuk menjaga serta melestarikan kebudayaan yang menjadi identitas bangsa.
“Kami bangga bisa mempersembahkan kembali seni Calung dan Reog di tengah masyarakat setelah sekian lama vakum. Harapannya, generasi muda dapat mencintai, menjaga, dan terus mengembangkan budaya kita sendiri,” ujarnya.
Salah satu seniman Calung Desa Purasari, Abah Agus Sopianda (60), yang ikut tampil dalam acara tersebut, tidak bisa menyembunyikan rasa harunya.
“Sudah lama sekali Calung ini tidak dipentaskan. Saya bersyukur akhirnya bisa kembali tampil di panggung desa. Mudah-mudahan anak-anak muda di sini mau belajar agar Calung tidak punah,” katanya.
Hal senada diungkapkan seniman Reog Desa Purasari, Abah Idris (65), yang ikut tampil dalam acara tersebut, tidak bisa menyembunyikan rasa harunya
“Saya tidak bisa menyembunyikan rasa haru. Setelah puluhan tahun Reog vakum, akhirnya bisa kembali ditampilkan di desa ini. Semoga generasi muda mau melanjutkan dan menjaga warisan budaya kita,” ujar Abah Idris dengan mata berkaca-kaca.
Sementara itu, Siti Aminah (38), warga setempat yang menyaksikan pertunjukan Reog, mengaku sangat terkesan.
“Saya terakhir melihat Reog di desa ini waktu masih kecil. Rasanya merinding melihatnya kembali tampil. Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin diadakan,” ucapnya penuh semangat.
Selain penampilan Calung dan Reog, rangkaian Pentas Seni Budaya juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan dari pelajar, karang taruna, hingga kelompok seni lokal. Suasana penuh semangat kebersamaan tampak ketika warga dari berbagai usia turut larut dalam alunan musik dan tarian tradisional.
Dengan digelarnya pentas ini, Desa Purasari tidak hanya merayakan kemerdekaan, tetapi juga menunjukkan komitmen dalam melestarikan seni budaya daerah. Warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan agar seni tradisional tetap hidup dan menjadi kebanggaan masyarakat.(Mar)



