Kades Purasari: Warga Butuh Kepastian Kondisi Tanah Pasca Getaran Cianten

KAB.BOGOR, LEUWILIANG – Kepala Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, menerima kunjungan dari tim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pasca terjadinya serangkaian getaran dan guncangan di wilayah Cianten. Rabu (24/09/2025)
Kunjungan tersebut bertujuan untuk melakukan langkah mitigasi, meninjau kondisi bangunan rumah warga yang terdampak, serta menyamakan data dengan skala getaran yang telah dirilis oleh BMKG.
Dalam dialog bersama warga dan pemerintah desa, pihak BMKG menyampaikan bahwa saat ini mereka masih berada pada tahap pemantauan. Pihaknya belum dapat memberikan jawaban menyeluruh terkait penyebab maupun kondisi geologi yang mendasari terjadinya guncangan di Cianten.
Kepala Desa Purasari, Agus Soleh Lukman, mengungkapkan bahwa masyarakat masih menunggu penjelasan lebih detail dari instansi terkait. Menurutnya, kejelasan mengenai kondisi tanah sangat penting karena guncangan yang terjadi cukup sering menimbulkan rasa waswas di tengah warga.
“Tadi memang kita kedatangan dari pihak BMKG, kita juga sudah berdialog dan berdiskusi. Namun pada dasarnya kedatangan mereka sebatas mitigasi serta melihat kondisi rumah yang terdampak, disesuaikan dengan skala getaran yang dirilis BMKG. Hanya saja, jawaban dari pihak BMKG belum bisa memuaskan kami karena beberapa pertanyaan warga belum terjawab sepenuhnya,” ujar Agus.
Lebih lanjut, ia berharap adanya tindak lanjut dari instansi lain yang berkompeten dalam kajian geologi agar masyarakat bisa memperoleh kepastian.
“Harapan saya ke depan, ada tindak lanjut dari dinas geologi yang bisa lebih spesifik mendeteksi kondisi tanah di Cianten ini. Apakah memang tanahnya labil atau ada faktor lain, agar masyarakat mendapatkan kepastian dan bisa lebih tenang,” tambahnya.
Hingga saat ini, warga Cianten dan sekitarnya masih menanti informasi lanjutan dari pihak berwenang mengenai fenomena getaran yang kerap dirasakan.(Mar)
