Meski Armada Sampah Rusak, DPRD Kabupaten Bogor Anggarkan Pengadaan Baru Tahun 2026

KABUPATEN BOGOR — Masih beroperasinya armada pengangkut sampah dengan kondisi rusak parah dan tidak lagi layak jalan menuai sorotan publik. Sejumlah truk pengangkut sampah yang melayani rute menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga diketahui mengalami kerusakan berat, mulai dari bodi keropos hingga komponen kendaraan yang dinilai membahayakan keselamatan.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M. Hasani, S.T., menyampaikan bahwa DPRD telah mengambil langkah antisipatif dengan menganggarkan pengadaan armada pengangkut sampah baru pada tahun anggaran 2026. Rabu (17/12/2025)
“Memang kondisi armada yang ada saat ini banyak yang sudah tidak layak, bahkan rusak cukup parah. DPRD sudah mendorong dan menganggarkan untuk pembelian armada pengangkut sampah di tahun 2026,” ujar Hasani saat dikonfirmasi.
Hasani yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Bogor menjelaskan, pengadaan armada baru menjadi kebutuhan mendesak mengingat volume sampah yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas masyarakat.
Menurutnya, keterbatasan armada yang layak operasional berpotensi mengganggu pelayanan kebersihan serta menimbulkan persoalan lingkungan jika tidak segera ditangani secara serius.
“Kami memahami keluhan masyarakat. Armada yang tidak layak ini tentu berdampak pada efektivitas pengangkutan sampah. Karena itu, pengadaan armada baru diharapkan bisa menjadi solusi jangka menengah untuk meningkatkan kualitas layanan kebersihan,” jelasnya.
Ia menambahkan, DPRD akan terus melakukan pengawasan agar anggaran yang telah dialokasikan benar-benar direalisasikan sesuai peruntukan dan mampu menjawab kebutuhan di lapangan.
Sementara itu, masyarakat berharap selama menunggu pengadaan armada baru, pemerintah daerah dapat melakukan langkah darurat, seperti perbaikan sementara atau penyesuaian operasional, agar pelayanan pengangkutan sampah tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan faktor keselamatan.(Mar)


