Peduli Bencana Alam, Jawara Salurkan Bantuan Ke Lebak Banten

Banten – Aksi Peduli Bencana, Jaringan Wartawan Rakyat (Jawara) menyerahkan bantuan logistik kepada para korban bencana tanah longsor dan banjir yang terjadi di Lebak Banten yang meluluh lantakkan sebagian daerah Lebak Banten, Sabtu (11/01/2020).

Para korban yang selamat saat ini telah dievakuasi dan ditampung di Posko Dikalapur Rindam 111 Siliwangi. Meskipun hanya beberapa media yang tergabung diantaranya, Info Realita, Lip.12, Raja Kabar, Ikons id dan Tugas Bangsa namun bantuan yang berhasil dikumpulkan dapat sedikit meringankan beban para pengungsi, karena Jawara tetap mengusung Motto, ” Sedikit tapi Solid”.
Jawara sendiri terbentuk pada tahun 2018 dan diketuai oleh Yuni salah satu Wartawan dari Info Realita, Fikly Supriadi selaku Sekjen dan Endang Suherman (TL) sebagai Bendahara dan 7 anggota lainnya. Acara yang berlangsung di Sabtu pagi itu berjalan aman dan lancar berkat kekompakan dari semua anggota Jawara.
“Alhamdulilah acara bakti tososial untuk korban bencana alam Bogor dan lebak, membuat empati terhadap saudara saudara kita yang sedang dalam musibah, awal kami melakukan penggalangan dana dan tentunya kami disini juga tidak berdiri sendiri melainkan didukung oleh salahsatu motivator dari anggota Dewan Kota Bogor dan beberapa Donatur yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu”, ujar Yuni.

Masih menurut Yuni, “Atas ijin Allah semua berjalan lancar , logistik sudah kami salurkan sesuai amanah untuk
korban bencana alam di desa Ciuyah, Kecamatan Sajira, Provinsi Lebak, untuk bantuan telah kita serahkan ke posko penampungan, Dodikalatpor Rindam III Siliwangi secara simbolis dan diterima oleh Letda II Inf. Ade Ramdhani”.

Ditemui ditempat yang sama, Letda Ade Ramdhani mengatakan, ” Dengan terjadinya musibah bencana alam Banjir bandang pada 1 januari 2020, anggota TNI dan relawan langsung  melihat dan menyaksikan banjir bandang yang sangat luar biasa yang terjadi pada 1 janwari sekitar pukul 8.00 WIB. Wargapun tidak curiga akan terjadinya banjir bandang mereka masih melakukan aktivitas sehari hari , bagi warga banjir di sungai Sajari sering terjadi setiap musim hujan, namun warga tidak mengira akan terjadi banjir bandang. Dan karna debit air semakin besar, hingga warga pun tidak sempat berkemas hanya dapat Menyelamatkan diri, semua berlari ketempat yang aman dan berhasil di evakuasi ke Rindam III Siliwangi. Untuk mengisi beberapa barak dengan pasilitas 1 tempat tidur dan 1 lemari untuk para pengisi jiwa, kami juga ada yang gudang logistik dan dapur umum”, ujar Ade Ramdani.(Ari)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *