- HUKUM KRIMINAL

Mencegah terjadinya tawuran antar Pelajar kembali, Kapolsek Cibinong beserta MUI dan Muspika gelar Sidak

Cibinong, Setelah peristiwa tawuran antar pelajar yang terjadi pada hari selasa 2/1/2018 di jl.Mayor oking Citeureup Bogor, yang menewaskan seorang pelajar SMK dan melukai 5 orang pelajar lainnya, tadi siang kapolsek Cibinong KOMPOL Huda Tjahyono SH bersama Muspika, ketua MUI Cibinong serta satgas pelajar melakukan sidak ke beberapa sekolah, yang memang para siswanya sering terlibat tawuran. Salahsatu sekolah yg di sidak adalah SMK TRI DAYA yg berada di Jln. Raya Bogor Jakarta Km 43 Kel. Pabuaran Kec. Cibinong.

Hasil sidak hari itu didapati bahwa ternyata dari 175 org siswa yang terdaftar, yg hadir disekolah siang itu hanya sekitar 70 orang saja. dan dihari kedua masuk sekolah disemester genap ini, nampaknya disekolahan tersebut belum ada aktivitas belajar mengajar. seluruh siswa yang hadir tersebut nampak hanya berlalu lalang diruangan kelas dan di kantin sekolah.

Melihat temuan ini Muspika Kec. Cibinong akhirnya mengumpulkan siswa dan siswi dalam satu ruangan dan memberikan himbauan. Dan setelah diberi himbauan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan  pemeriksaan tas dan handphone milik seluruh siswa. Pemeriksaan jg dilakukan di sekitar kantin antisipasi adanya senjata tajam yg mungkin disembunyikan oleh siswa, namun hasil pemeriksaan tdk ditemukan adanya senjata tajam. Dalam kesempatan tersebut muspika Cibinong jg memberikan teguran keras kepada pengelola sekolah agar pihak sekolah menertibkan penampilan para siswa dan menertibkan kedisiplinan dan Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah tersebut.

” Kegiatan kami bukan hanya sidak saja, Kami memberikan pemahaman kpd para siswa bahwa menguasai senjata tajam saja udah ada ancaman hukuman pidananya apalagi digunakan utk melukai org lain” ucap Kapolsek.

Selain kegiatan preemtif ini Kami jg lakukan kegiatan preventif dan represif, dgn Pola pembubaran para pelajar yg berkumpul secara bergerombol pada jam sekolah atau diluar jam sekolah. Secara Represif tercatat pada tahun 2016 kami sudah menjebloskan 2 orang pelajar pelaku pembunuhan yg terjadi pada saat tawuran pelajar di sekitar perempatan Nanggewer. Kami gunakan pasal-pasal dalam Undang-undang Peradilan Anak dgn rata2 vonis diatas 7 tahun penjara, pungkasnya.

Baron/Hera/red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *