- TERKINI

MELIBATKAN ANAK DALAM KEGIATAN POLITIK, PASLON DAPAT DIDISKUALIFIKASI

aris ms

Jakarta 19/03/18 : Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) Aris Merdeka Sirait menyampaikam bahwa tentang Perlindungan Anak, setiap orang dilarang melibatkan anak dalam kegiatan politik. Bentuk larangan tersebut antara lain mengikut sertakan anak untuk menempel dan mendistribusikan gambaran atau atribut pasangan calon,  dilarang melibatkan dan menyertakan anak anak dengan cara sengaja dalam, keramaian, arak-arakan  kampanye baik kampanye terbuka maupun tertutup, serta menyuruh atau mengajak orang untuk memilih salah satu calon.

Semua itu sudah ada dalam ketentuan pasal 15 dan 76H UU RI Nomor : 35 tahun 2014 mengenai perubahan kedua atas UU RI Nomor : 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Beredarnya tayangan video 3 orang anak yang mengajak masyarakat melalui media sosial untuk memilih salah satu paslon pemimpin didaerah Riau yang telah viral dimasyarakat luas nampaknya dengan sengaja  disiapkan oleh tim sukses (timses) dari padangan calon, berdasarkan ketentuan Undang-undang  Perlindungan Anak dan demi kepentingan ternaik anak (the best interest of the child),  Komnas Perlindungan Anak merekomendasikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau melalui Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Riau untuk memberikan sanksi  diskualifikasi kepada pasangan calon tersebut.

komisi Nasional Perlindungan Anak sebagai lembaga independen yang diberi tugas untuk memberikan pembelaan dan perlindungan anak di Indonesia menyayangkan  beredarnya video vital yang mengajak untuk memilih salah satu pasangan calon pemimpin daetah tersebut.

Didalam Undang-undang  perlindungan anak, sudah dijelaskan bahwa undan undang undang tersebut melarang setiap orang termasuk tim sukses Paslon dengan demikian Bawaslu Riau tidak perlu  ragu untuk memberikan rekomendasi kepada KPU Riau agar memberikan sanksi kepada padangan calon termasuk diskualifikasi pasangan calon.

Dan jika ditemukan cukup bukti bahwa timses melakukan tindak pidana Pemilu dengan melibatkan anak dalam kegiatan politik seperti video viral itu, Komnas Perlindungan Anak mendorong agar Bawaslu Riau segera melaporkannya ke pihak Kepolisian, demikian ditambahkan Arist.

 

Hera/red.aris ms

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *