Monday, May 20th, 2019

Festival Literasi Nagekeo 2019

Published on April 11, 2019 by   ·   No Comments

Kibersindo – Jakarta – Kabupaten Nagekeo adalah salah satu Kabupaten baru di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dimekarkan dari Kabupaten Ngada pada Tahun 2007 dengan ibukotanya Mbay, Kabupaten Nagekeo memiliki banyak potensi sumber daya alam, seperti pertanian, perkebunan, peternakan, potensi pertambangan dan lainnya. Sejalan dengan berbagai potensi sumber daya alam yang memadai, persoalan sumber daya manusia menjadi percakapan kebijakan yang terus dikumandangkan untuk pengaktualisasiannya. Sejak sepuluh tahun menjadi daerah otonom, aspek pengembangan sumber daya manusia menjadi kebijakan prioritas untuk dikembangkan. Sektor pendidikan di berbagai tingkatan didorong untuk percepatan pembangunan manusia.

Sebagai salah satu lembaga yang mendorong akselerasi pembangunan sumber daya manusia kabupaten Nagekeo, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah memiliki peran penting secara teknis administratif dalam aktualisasi kebijakan pembangunan di Nagekeo. Dengan menekankan pengembangan aspek budaya membaca, Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Nagekeo mengejawantahkan berbagai program dan kegiatan yang mendorong pengembangan sumber daya manusia. Melalui program gerakan menumbuhkan minat baca, Dinas Perpustakaan berinisiatif untuk memulai dari generasi awal pertumbuhan manusia pada usia sekolah. Hal ini bergerak dari prinsip pendidikan untuk memanusiakan manusia sejak dini. Pendidikan tidak saja terpatri dalam relasi formal akademis antara pendidik dan anak didik namun secara substantif, pendidikan juga berhubungan dengan ekspresi ekstrakurikuler kegiatan membaca, menulis, beradaptasi dengan potensi-potensi psikologis lainnya. Pada titik ini, kehadiran Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah dibutuhkan sebagai lembaga resmi pemerintah yang tidak saja menyediakan sarana dan prasarana pengembangan sumber daya manusia melainkan juga menghadirkan program –program berkualitas yang merangsang daya minat dan intelektual masyarakat Nagekeo umumnya serta masyarakat pendidikan Nagekeo khususnya.

Sehubungan dengan itu, Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dalam Tahun 2019 merencanakan untuk melaksanakan kegiatan Expo dan Festival literasi Nagekeo untuk mewujudkan semangat memahami nilai lierasi pada berbagai aspek pembangunan di Nagekeo sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif masyarakat Nagekeo dengan mengedepankan prinsip mencerdaskan anak bangsa sesuai amanat Presiden Joko Widodo dalam Nawacitanya tentang Indonesia Pintar dan gerakan Indonesia membaca untuk membentuk revolusi mental yang berlandaskan pembangunan karakter manusia.

Semangat Nawacita Presiden Joko Widodo ini juga menjadi landasan berpikir Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do dan Marianus Waja untuk mengaktualisasikannya dalam visi dan misi pembangunan manusia Nagekeo lima tahun ke depan. Membangun manusia Nagekeo tidak saja berhubungan dengan melek huruf dan menelusuri perjalanan ilmiah akademis, namun pembangunan kualitas sumber daya manusia Nagekeo, adalah kemampuan mengembangkan potensi-potensi daerah untuk perwujudan karakter yang berkepribadian, serta berbudaya. Pada sisi ini substansi literasi di berbagai aspek kehidupan masyarakat ditanamkan, sehingga masyarakat tidak saja menjadi cerdas secara intelektual, moral dan spiritual tetapi lebih dari itu, literasi dapat membangun kecerdasan ekonomi yang membawa kepada ksejahteraan hidup. Orang Nagekeo tidak saja cerdas dalam institusi akademis ilmiah di berbagai jenjang, tetap juga masyarakat Nagekeo mampu bersaing dalam kompetisi global dengan berbagai kemajuan di bidang teknologi informasi, menjadi masyarakat yang well being social educated level.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Nagekeo sepakat untuk mengangkat tema Expo dan Festival Literasi Nagekeo dengan adagium – membangun benteng peradaban baru di Timur Indonesia” – Perpustakaan merajut semangat literasi dari desa dengan berbagai potensi ekonomi dan budaya. Secara prinsip, adagium ini diangkat dalam kesadaran akademis pembangunan yang meletakan desa sebagai lokomotif kemajuan Kabupaten Nagekeo. Dengan jumlah 113 Desa/Kelurahan, Pemerintah Kabupaten Nagekeo berkomitmen untuk membangun kesejahteraan masyarakatnya tidak saja dengan program fisik ekonomi tetapi lebih dari itu mengembangkan karakter kepribadian masyarakat melalui literasi budaya, ekonomi kreatif, pariwisata, social entrepreneur, yang terus beradaptasi dengan berbagai perkembangan teknologi milenial.

Festival Literasi Nagekeo Tahun 2019 ini sejatinya memiliki maksud dan tujuan mulia serta target sasaran yang ingin dicapai di bidang pengembangan sumber daya manusia, yakni :
Maksud :
Memberikan motivasi kepada seluruh masyarakat Nagekeo lebih khusus masyarakat pendidikan untuk giat membaca dan menumbuhkan semangat literasi demi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Mendorong para pemangku kepentingan di bidang kebijakan publik khususnya Pemerintah Daerah untuk memprioritaskan pembangunan perpustakaan sebagai salah satu prioritas pembangunan sumber daya manusia.
Menyatukan berbagai stakeholder entah itu Pemerintah dan pihak swasta untuk mendorong gerakan mempromosi potensi Nagekeo dan mengembangkan ekonomi kreatif melalui berbagai kegiatan.

Tujuan :
Menumbuhkan minat baca pada masyarakat Nagekeo khususnya masyarakat pendidikan.
Menumbuhkan semangat mencintai buku pada anak sekolah baik di tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menegah Atas.
Membangun kemitraan bersama stakeholders lainnya dalam mengembangkan sumber daya masyarakat Nagekeo serta mempromosi dan memajukan ekonomi masyarakat.

Target sasaran yang diharapkan dari kegiatan ini antara lain :
Terciptanya semangat literasi pada masyarakat kabupaten Nagekeo khususnya masyarakat pendidikan.
Terdorongnya semangat investasi pada masyarakat Nagekeo khususnya masyarakat pendidikan tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah.
Terwujudnya kebijakan desa membaca dan sekolah membaca di seluruh Kabupaten Nagekeo.
Terlaksananya pengembangan ekonomi kreatif, promosi wisata dan budaya Nagekeo.
Selain pencapaian memiliki maksud, tujuan,dan sasaran yang spesifik di bidang literasi, sebetulnya Expo dan Festival literasi ini juga memiliki tujuan untuk mempromosikan berbagai potensi Kabupaten Nagekeo di berbagai bidanng khususnya di bidang pariwisata dengan sejuta potensi alam dan budaya yang unik, potensi ekonomi lainnya seperti garam yang berkualitas, pertanian dan perkebunan yang menjanjikan. Ada kopi, Cengkeh, Kakao, Vanilla dan tanaman perkebunan lainnya yang menjadi primadona disamping potensi holtikultura palawija. Di bidang social budaya, kabupaten Nagekeo memiliki ragam bahasa daerah lebih dari 10 jenis bahasa yang berbeda, berbagai rumah adat dan suku yang berbeda dan memiliki ciri khas tersendiri. Oleh karena itu sangat beralasan jika Pemerintah kabupaten Nagekeo memili tema literasi sebagai membangun peradaban baru di timur Indonesia. Pemilihan tema ini juga sejalan dengan cita-cita Perpustakaan Nasional RI yang memiliki paradigma baru tentang Perpustakaan tidak saja sebagai sumber ilmu dan pengetahuan tetapi juga sebagai benteng peradaban yang akan melestarikan warisan sejarah bangsa dan cita-cita Nasional.

Untuk itu dalam kerja sama dengan Perpustakaan Nasional RI, Pemerintah Kabupaten Nagekeo menyelenggarakan Festival Literasi Nagekeo, yang juga akan melibatkan Duta Baca Nasional, Najwa Shihab sebagai motevasi untuk membangun literasi di Nagekeo yang bergerak dari desa. Kegiatan Fetival literasi Nagekeo ini dilaksanakan dengan dua agenda penting yakni, soft launching literasi nagekeo di Perpustakaan Nasional pada tanggal 11 April 2019. Dalam kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Nagekeo berkoordinasi bersama kepala Perpustakaan nasional untuk melaunching kegiatan festival literasi nagekeo pada bulan Agustus 2019. Dalam kegiatan soft launching ini akan ditampilkan berbagai potensi seni budaya, tarian, lagu daerah dan kegiatan kreatif lainnya termasuk berbagai penghargaan kreativitas lainnya dari tokoh-tokoh pegiat literasi di daerah.

Dalam Festival Literasi Nagekeo di Mbay pada bulan Agustus yang akan berlangsung selama 6 hari nanti memiliki kegiatan utama yakni launching Nagekeo sebagai kabupaten Literasi dan e-Nagekeo, Nagekeo digital mulai dari desa dengan pioneer Perpustakaan Digital. Disamping itu berbagai kegiatan lainnya seperti lomba literasi, motivasi literasi, literasi tenun ikat, litreasi pariwisata, literasi budaya, music dan tarian, book fair, pameran, kulinair, ethnic carnaval, seminar litreasi dan lainnya. Pemerintah Kabupaten Nagekeo berharap akan kehadiran Bapak kepala Perpustakaan Nasional RI dan Duta Baca Nasional RI, Najwa Shihab untuk melauching Nagekeo kabupaten literasi dan e-Nagekeo serta para pejabat Nasional dan Propinsi lainnya baik tingkat eksekutif maupun legislative. Berbagai media massa, local, nasional, cetak dan elektronik akan dimohonkan partisipasi dalam seluruh kegiatan ini,

Demikian press release kegiatan yang dapat kami gambarkan. Literasi dan investasi tidak hanya dimunculkan dengan dorongan pribadi untuk pentingnya meningkatkan pengetahuan dan sumber daya, namun membaca juga perlu didorong dengan semangat festival untuk memicu persaingan intelektual dan ekonomi yang lebih baik ke depan. Buku adalah jendela dunia, Uang adalah jendela masa depan. Semua akan bisa diraih jika ditumbuhkan sejak dini. Mari kita bangun semangat mencerdaskan anak bangsa menunju indonesia pintar dan membangun ekonomi masa depan dengan semangat investasi. Kabupaten Nagekeo ingin memulianya dari desa dengan semangat literasi.(whyn)

 

Readers Comments (0)




alterntif text

FEATURED VIDEO


alterntif text

Kategori