- TERKINI

Burhanul pembina Sanggar Bambu Hijau ajak pemuda ,produktif ditengah pandemi

Mojokerto12/2/2021
Burhanul Fahtiq soeharto Ssn pria kelahiran Kota Mojokerto ,adalah salah satu putra daerah yang namanya tidak asing di kalangan para pelajar dan pemuda Mojokerto,Burhan nama akrabnya pendiri Sanggar Seni Bambu Hijau yang sudah puluhan piagam penghargaan sebagai pelatih seni,dari seni melukis,seni pahat ,seni kriya ,juga pelatih pembacaan puisi juga pembuatan musikal theater.

Pria yang kini berusia 55 tahun ayah dari 3 putra ini selain sebagai pelatih seni yang ingin bisa mengangkat kearifan budaya lokal, Burhan juga menularkan kepeduliannya pada anak sulungnya Bagas Toto Wijaya mencintai seni ,walhasil sebuah Rumah Produksi yang diprakarsai oleh Bagas Toto Wijaya walaupun baru terbentuk cukup mampu menciptakan sebuah karya karya film indie dan lagu indie dan masih banyak Juga prestasi yang di dapat Bagas .

” Saya ingin sekali dari anak anak yang masih usia dini pun bisa lebih akrab dengan kesenian dan mengenal budaya,ini salah satu alasan saya mendirikan Bambu Hijau sebagai tempat dimana generasi muda bisa berlatih,saya ingin generasi milenial khususnya bijak dalam berkesenian,agar jati diri bangsa kita yang sarat akan budaya dan tradisi tidak tergerus oleh tekhnologi modern” tandas Burhan.
“Selain daripada itu, bambu hijau juga sebagai wadah berproses bagi seniman baik dari pertunjukan, rupa, maupun broadcast.” pungkas Burhan.

Selain mengajar di salah satu SMAN di kota Mojokerto,Burhan juga selama ini mengerjakan pembuatan taman atau kolam bahkan mendesain interior sesuai dengan keahliannya yang di dapat di salah satu perguruan tinggi seni di Surabaya.

Tahun 2010 Sanggar Bambu Hijau ini di rintis oleh Burhan yang juga pernah menjadi dosen di Universitas Negri Jember,konsep berdirinya Sanggar Bambu Hijau binaan Burhan menjadi wadah para pelajar juga pemuda lebih bisa mengekspresikan hobby dan bakat mereka.

Awak Media Puskominfo yang datang untuk melakukan wawancara dengan pendiri sanggar bambu hijau di
Sinoman gg 4 no 4b ,Mojokerto Jawa Timur ini ,melihat beberapa piagam penghargaan serta tropi tropi bukti dari keberhasilan dalam memenangkan beberapa lomba.
Dan Sanggar Bambu Hijau ini pernah mengadakan theater musikal dengan banyaknya pengunjung yang rela mengantri untuk bisa menyaksikan pagelaran dari Bambu Hijau ,bukti nyata bahwa Sanggar Bambu hijau mampu memikat hati generasi muda lebih mencintai Kesenian .

Mantan Dosen Mata kuliah Pengengembangan Bakat ,memberikan pelatihan pelatihan dasar hingga mengikuti beberapa perlombaan baik dari tingga kota , provinsi hingga ke tingkat Nasional
Piagam terakhir dari Balai Bahasa Jakarta pada tahun 2020.

Burhanul menjadi bapak bagi para generasi milenial Mojokerto khususnya untuk mengembangkan dan memelihara serta memperkenalkan besarnya kebudayaan negri Indonesia yang menjadi jati diri bumi pertiwi agar generasi muda semakin cerdas dan arif dalam berkesenian dan berbudaya.

ref : nurul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *